Kode Etik Pecinta Alam Se-Indonesia

Posted in Uncategorized dengan kaitan (tags) , on Februari 2, 2009 by wanasetya

“ PECINTA ALAM INDONESIA SADAR BAHWA ALAM BESERTA ISINYA ADALAH CIPTAAN TUHAN YANG MAHA ESA “

“PECINTA ALAM INDONESIA SEBAGAI BAGIAN DARI MASYARAKAT INDONESIA SADAR AKAN TANGGUNG JAWAB KAMI KEPADA TUHAN, BANGSA DAN TANAH AIR ”

” PECINTA LAM INDONESIA SADAR BAHWA PECINTA ALAM ADALAH SEBAGAI MAKHLUK YANG MENCINTAI ALAM SEBAGAI ANUGERAH TUHAN YANG MAHA ESA “

Sesuai dengan hakekat diatas kami dengan kesadaran menyatakan :

1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Memelihara alam beserta isinya serta menggnakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya.

3. Mengabdi kepada Bangsa dan Tanah Air.

4. Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya.

5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara pecinta alam sesuai dengan azas pecinta alam

6. Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, Bangsa dan Tanah air.

7. Selesai.

Disyahkan bersama dalam GLADIAN IV – 1974 Di Ujungpandang Pukul 01.00 WITA

Selamat Menempuh Ibadah Puasa 1429H

Posted in Uncategorized on Agustus 28, 2008 by wanasetya

 smoga puasa melahirkan kita kembali menjadi insan yang fitrah

pribadi yang bertaqwa.

Tanpa terasa
waktu berlari secepat cahaya
ramadhan akan segera tiba
Masihkan bekas gemblengan ramadhan
tahun silam tersisa padaku?

Sucikan Diriku

Sucikan jiwa dengan puasa
serasa tak lengkap
sebelum kau sucikan diriku
dari dosa-dosaku padamu

Hapus Menjelang Puasa

Putihnya kertas puasaku
masih terasa bergaris-garis biru
sebelum kau maafkan segala kesalahanku

Sebelum Membakar Dosa

Sebelum datang bulan pembakar dosa
Sudilah bakar dosa-dosaku padamu

Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika cinta harus memilih
antara acara TV dan tarawih
Jiwaku sebagai laron-laron akan memilih
mengerubungi cahaya yang mana?

Puisi Indahku

Kubacakan bait-bait puisi indah
untuk membujukmu
agar menghalalkan segala dosaku padamu :

“Sebentar lagi taman puasa akan datang
dihiasi bunga-bunga kebajikan
dilindungi hamparan rumput sedekah
disejukkan kolam ringan tangan pada sesama
Siangnya dihangatkan indahnya matahari menahan nafsu
Malam harinya diterangi rembulan sholat malam
Bukankah hidup terasa begitu indah di raja segala bulan?”

Dinginnya Malam

 

Dinginnya malam
sirna karena hangatnya hatimu
kala bangun untuk menyiapkan
sahur buat kita bersama

Jiwa Merdeka

Kala puasa membuat
jiwa jadi begitu perkasa
untuk kendalikan nafsu
Maka dia layak disebut
jiwa yang telah merdeka

Jiwa Perkasa

Bila ingin melihat
perkasanya jiwa
Lihatlah seorang puasa
di hadapan sepiring nasi
dan segelas teh manis
di tengah terik matahari
dan perut melilit kelaparan
Dia tak sedikitpun tergoyahkan

Jiwa Dahaga (1)

Dahaga jiwa
lenyap tak berbekas
setelah meneguk mata air puasa
yang janjikan berbukit-bukit pahala

Jiwa Dahaga (2)

Jiwa dahaga
lemah tak berdaya
melawan nafsu manusia
Mendadak jadi perkasa
setelah minum madunya-puasa
yang memaksanya bertempur habis-habisan
menaklukkan nafsu yang datang menggoda

Rintihan Nafsu yang Menangis Lalu Tunduk

Hiks! Hiks!
Begitu kejamnya dikau jiwa
memaksaku tunduk padamu
Aku ingin makan tapi kau tahan
Aku kehausan tapi tak kau beri minum
Kau paksa aku bangun kala ingin tidur
Kau paksa aku bersedekah kala ingin pesta
Kau paksa aku bekerja kala aku ingin berleha-leha
Deritaku tak tak tertahan lagi…

Tapi tuanku terlalu perkasa bagi hamba

Basuh dengan Mata Airmu

Ramadhan basuhlah
hatiku dengan mata air pahalamu
agar kerak-kerak dosa di hatiku
luruh tersapu aliran sungai cahaya
yang mengalir siang dan malammu.

 

 

SELAMAT DATANG DI BLOG WANASETYA

Posted in Uncategorized on Juli 29, 2008 by wanasetya

SALAM KENAL BAGI SELURUH PECINTA ALAM DIMANAPUN BERADA

Aku berjalan saat cahaya pagi muncul, kupacu jalanku menerobos belantara tinggalkan jejakku yang bertaburan pada rimba dan gunung-gunung, dan hanya gemblengan yang berat membuatku mampu menyuarakan kesederhanaan ini.

Sumber :http://gikomapala.blogspot.com/

 

Katanya kalian adalah tanganNya untuk kami
Nyatanya kalian hanya panjang tangan
Malang melintang di hutan kami
Menebar benci dan dengki

Katanya ajaran yang di amanatkan kepada kalian adalah cinta kasih
Nyatanya sekedar cinta pada diri yang tak terkendali
Katanya kalian pencinta alam
Nyatanya sekedar suka bercinta dengan alam

Dari kami kalian berasal
Tapi kami asing dengan kalian
Kalian toreh kulit kayu dan batu kami
“hanya tuk sekedar nama-nama kecil

Jinjinglah terompahmu
Injaklah kaki di batu-batu kecil kami yang memberi refleksi
Berwudhu’lah di air kami
Basuh mukamu sepuas syukurmu

Syukur jauh dari sekedar memuji-Nya
Syukur jauh dari sekedar menikmati
Makanlah dengan tangan telanjang di tepi kolam kami
Bersama teratai,capung,burung,katak dan burung-burung kami
Bersatulah dengan kami

Binalah tempat berpijakmu ini
Niscaya akan kami mintakan kepadaNya
Pemilik jagad ini
“tuk meneguhkan kedudukanmu dimuka bumi

Sampai suatu saat,
Kami kehilangan dari pandanganmu
Karena kami hanya segelintir ayat-Nya
Di jagad-Nya yang luas ini

Post by sanggabuana

 

Aku berjalan di padangmu, mendaki gunungmu,
menuruni lembahmu, memanjat batu cadasmu, kumasuki guamu.
Maka aku tahu mimpimu di padang, harga dirimu di gunung,

ketenanganmu di lembah, semangatmu pada bebatuan, kebisuanmu di gua.
Engkau membentang dalam kekuatan, menjulang dalam rendah diri, melandai dalam ketinggian,
lembut dalam kekasaran, yang menjelaskan rahasia dan harta simpanannya

sumber: http://allaboutmarley.multiply.com